Menulis itu Menyenangkan, Tips dan Trik Menulis ala Bang Muttaqin

Posted At 14 June 2020 14:00

Menulis itu Menyenangkan, Tips dan Trik Menulis ala Bang Muttaqin

Oleh : Muttaqin Kholis Ali,S.Pd.

 

Menulis sering dianggap sebagai momok yang menakutkan. Ingatkah ketika masih sekolah dan guru menyuruh kita menulis esai atau cerita? Biasanya, timbul pikiran kesal dan takut kesulitan. Kegiatan menulis juga tidak berhenti di sekolah. Setelah lulus pun, kita masih dihadapkan dengan aktivitas menulis. Mulai dari mencatat notula rapat, menulis surat lamaran yang menarik, hingga menulis caption Instagram yang unik untuk mempromosikan dagangan. Seringkali kita merasa repot dibuatnya.

Padahal, menulis tidak semenyeramkan itu. Kalau ada yang bilang menulis itu merepotkan dan menyebalkan, itu hanya karena mereka tidak terbiasa. Jika kita terbiasa, kita akan menyadari bahwa menulis itu menyenangkan. Lama kelamaan, tulisan yang dihasilkan pun akan berkualitas baik.

Bagaimana cara menjadikan menulis sebagai kegiatan yang menyenangkan dan menghasilkan tulisan yang baik? Yuk, simak tips dan trik di bawah ini.

  1. Menetapkan Tujuan Menulis

Untuk apa kita menulis? Apakah untuk berbagi kepada orang lain, untuk memuaskan diri sendiri dengan melakukan hobi, atau untuk pekerjaan? Tiap individu memiliki tujuan menulis masing-masing. Tujuan menulis harus ditetapkan agar kita dapat mengingatnya sebagai motivasi untuk memunculkan kembali semangat menulis yang hilang.

Orang yang menulis sebagai hobi akan merasa puas ketika menulis karena dapat menyalurkan perasaannya. Jika dalam satu hari saja tidak menulis, muncul perasaan tidak enak karena tidak dapat menyalurkan isi hati. Orang yang menulis untuk berbagi akan semangat menulis karena ada pembaca yang menunggu tulisannya. Jika tidak menulis, muncul perasaan bersalah. Sementara itu, orang yang menulis untuk pekerjaan seperti bloger, jurnalis, atau content writer seharusnya memiliki motivasi menulis yang besar. Sebab, mereka menulis untuk kebutuhan hidup. Simpelnya, kalau tidak menulis, ya tidak dapat uang.

  1. Menetapkan Target Menulis

Target seringkali membuat penulis merasa panik dan kesulitan ketika menulis, tetapi juga cukup ampuh untuk memunculkan kembali motivasi dalam menulis. Dengan menetapkan target, otak kita akan terpacu untuk merangkai kata dan kalimat sedemikian rupa agar target yang diharapkan dapat terpenuhi. Selain itu, target juga dapat meningkatkan kedisiplinan dalam menulis. Semakin sering kita menulis, semakin lancar dan mudah pula pengerjaannya. Tulisan yang dihasilkan juga akan semakin bagus seiring dengan waktu.

Untuk menetapkan target menulis, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan berapa tulisan yang ingin dihasilkan dalam sehari. Tetapkan juga waktu maksimal pengerjaannya. Lalu ketika berhasil mengerjakan tulisan sebelum deadline, berikan hadiah kecil untuk diri sendiri. Jika target tidak terpenuhi pun, jangan berkecil hati. Tetap hargai segala proses dan pencapaian kecil yang kita peroleh.

  1. Menulis Hal yang Disenangi

Biasanya, kita paling semangat ketika menceritakan hal-hal yang kita suka. Apapun itu, bisa diceritakan dengan lancar dan penuh detail di sana sini. Nah, kalau biasanya kita cuma bercerita lewat suara, coba kali ini tuangkan cerita tersebut ke dalam tulisan! Dijamin tulisan yang dihasilkan akan menjadi lebih ‘hidup’ karena kita lebih familier dengan topik tersebut.

Meski menulis topik yang kita kuasai memang menyenangkan, namun jangan terjebak dengan zona nyaman ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa kita mungkin akan berhadapan dengan topik-topik yang tidak familier. Anggap saja hal tersebut sebagai tantangan yang harus ditaklukan demi meningkatkan skill menulis.

  1. Mengamati dan Mencatat

Banyak orang tidak tahu bagaimana cara menulis karena mereka tidak tahu apa yang harus ditulis. Tidak ada ide, katanya. Padahal, ide tersebar di mana-mana. Ada di rumah, halte bus, stasiun, kantor, hingga warung makan. Dari percakapan pelanggan toko, tingkah laku anak di rumah, hingga rutinitas sehari-hari di stasiun.

Untuk menemukan ide, yang perlu kita lakukan hanyalah mengamati dan mencatat. Catat setiap hal menarik yang kita jumpai agar tidak lupa. Gunakan media apa saja untuk mencatat, bisa pulpen dan buku catatan kecil atau aplikasi notes di handphone. Apapun media untuk mencatat yang digunakan, yang terpenting adalah jangan lupa mencatat. Sebab, ide bergerak secara dinamis. Begitu kita melihat sesuatu yang menarik, segera catat! Tidak fokus sedikit saja akan mengakibatkan ide tersebut lari dari pikiran kita.

  1. Tulis Dulu, Baru Edit

Terlalu memikirkan hasil adalah kesalahan menulis yang paling banyak dilakukan orang-orang. Kesalahan ini juga membuat orang merasa terbebani ketika menulis. Ah, tulisanku jelek. pIkir mereka. Padahal, belum ada yang ditulis. Baru satu dua kalimat, tapi sudah divonis jelek.

Menulis akan lebih menyenangkan jika kita hanya menulis. Jangan dulu pikirkan hasil tulisan kita. Jangan terlalu sering mengganti kalimat dan kata ketika tulisan belum selesai. Bagaimana kalau stuck di tengah-tengah menulis? Coba rehat sejenak. Tarik nafas dan lakukan peregangan. Baca kembali sebanyak mungkin informasi mengenai topik yang akan ditulis. Lalu, tetapkan waktu untuk menulis. Dalam waktu itu, sebisa mungkin jangan berhenti menulis. Tulis apa saja yang sudah kita baca terkait topik itu. Jangan dulu menyunting. Lakukan hal tersebut ketika tulisan selesai. Ingat, tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai.

  1. ‘Meniru’ Karya Lain

Eits, meniru yang ini bukan berarti plagiat. Kegiatan meniru yang kita lakukan adalah menemukan karya-karya yang kita suka, membuat daftarnya, lalu mengambil referensi dari karya-karya tersebut. Ide dari tiga atau lebih karya bisa disatukan dan menghasilkan suatu ide yang baru. Ide tersebut juga jangan diambil mentah-mentah, sesuaikan dengan gaya menulis dan cara pandang kita.

Misalnya, cerita Harry Potter digabungkan dengan cerita Sherlock Holmes dan Jurassic Park. Dari tiga karya tersebut, kita bisa mendapat sebuah ide cerita. Seorang gadis kecil yang tidak mau mengikuti jalan keluarganya sebagai penyihir memilih untuk menjadi detektif yang membantu menyelidiki kasus munculnya dinosaurus. Jalan cerita ini mungkin terdengar konyol dan tidak masuk akal, tetapi bisa jadi jalan cerita yang hebat untuk buku anak-anak.

  1. Memberi Bumbu pada Tulisan

Mengapa ada tulisan yang begitu menarik padahal ide dasarnya sepele? Alasannya, karena penulis ‘membumbui’ ide tersebut. Ide yang kita dapat dari pengamatan sehari-hari akan menjadi ide yang hebat jika ada bumbunya. Bumbu pada tulisan dapat berupa penambahan tokoh, melebih-lebihkan peristiwa, menambahkan konflik, bahkan mengubah yang tidak hidup menjadi hidup.

  1. Rehat Sejenak jika Penat

Tidak dapat dipungkiri, menulis memang melelahkan. Apalagi ketika menulis topik yang tidak familier dan harus melakukan berbagai riset, otak kita terkuras. Otak kita bekerja keras untuk merangkai kata-kata sehingga kita merasa kelelahan. Ketika itu terjadi, jangan memaksakan diri. Rehat sejenak, lalu mulai menulis kembali.

Apa yang bisa dilakukan ketika rehat? Lakukan stretching. Hirup udara segar dari luar rumah. Tengok pepohonan yang bisa membuat rileks. Lebih baik jangan mengecek handphone, karena akan membuat pikiran kita teralihkan. Ujung-ujungnya, kita malah bermain handphone dan lupa mau menulis apa.

  1. Mengikuti Komunitas

Menulis memang pekerjaan individu, tetapi bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain. Ketika menulis, kita membutuhkan proofreader, orang yang pertama kali membaca dan mengoreksi tulisan kita sebelum dipublikasi. Orang seperti itu bisa kita temui di komunitas menulis.

Selain mendapatkan orang yang akan mengoreksi tulisan kita, dalam komunitas menulis kita juga bisa mendapatkan ide dan ilmu baru dalam menulis. Tidak hanya itu, ketika kita merasa tidak semangat menulis, orang-orang di komunitas menulis akan memberi dukungan. Dengan membaca tulisan-tulisan dalam komunitas, biasanya semangat kita akan muncul kembali.

  1. Menciptakan Suasana Menulis yang Menyenangkan

Salah satu cara untuk mengubah mindset bahwa menulis itu menyenangkan adalah dengan menciptakan suasana menulis yang menyenangkan. Suasana yang seperti apa? Tentu saja kembali ke preferensi masing-masing individu. Ada penulis yang lebih nyaman duduk di kursi, ada juga yang lebih suka menulis sambil rebahan. Ada penulis yang hanya bisa menulis di tempat yang tenang, tetapi ada juga yang oke-oke saja menulis di tempat yang berisik. Ada yang harus menulis sambil makan cemilan, ada juga lebih suka menulis sambil minum kopi.

Yang terpenting adalah jangan menjadikan suasana yang tidak nyaman sebagai alasan untuk berhenti menulis. Kita harus bisa menyiasati keadaan. Bagaimanapun kondisi yang dihadapi, sebaiknya kita tetap menulis.

Demikianlah tips dan trik agar kita semangat menghasilkan tulisan yang baik. Perlu diingat bahwa siapapun bisa menulis. Menulis hanyalah persoalan terbiasa atau tidak. Semakin terbiasa menulis, semakin bagus pula tulisan yang dihasilkan. Semangat menulis!!

 

Muttaqin Kholis Ali,S.Pd. Guru Komputer di SMA Negeri 1 Tambangan, Kab. Mandailing Natal, merupakan Pegiat Literasi dan IT dan sedang menyelesaikan Pendidikan Magister di Profi PTK Universitas Negeri Padang, www.muttaqinkholisali.com 082285178213.

 

 

Share On :


Komentar

2021, Muttaqin. All Rights Reserved.